Hohohoho hari ini ada pelatihan lumayan nambah ilmu plus akhirnay gua bisa ngisi pulsa gua hahahahahahaha *ngak punya duit sih* eh wah lupa musti pulang bye all
Wednesday, June 30, 2004
Thursday, June 24, 2004
ikutan seminar tentang management mengetengahkan metode balance score card wah keyen bagus, cukup menambah wawasan ehuehuehe :D heuehuehuehue barangkali ada yang kerja di bidang management ? coba cari2 deh bagus tuh :D
setelah itu seperti biasa acara main hahahaha dengan mengunjungi kantor redaksi tabloid exit! dan ketemuan dengan ddku di stasiun (kebetulan dia emang lagi disana juga ehueheu) pulangnya tidur kekenyangan semuanya hahahahahha
Tuesday, June 22, 2004
Monday, June 21, 2004
Budaya kita menurut orang Jepang
Prof Nagano Staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensive course
dalam bidang Asian Agriculture di IDEC Hiroshima University. Beliau sering
menjadi konsultan pertanian di Negara2 Asia termasuk Indonesia. Ada beberapa
hal yang menggelitik yang beliau utarakan sewaktu membahas tentang Indonesia:
1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam2.
Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan konsumsinya
sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang
kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya
pelaksanaan tertunda2 padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.
2. Budaya Jam Karet
Selain dari beliau saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing yang
pernah ke Indonesia ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut anda terkenal
dari Indonesia dengan spontan mereka jawab jam Karet !! Saya tertawa tapi
sebetulnya malu dalam hati. Sudah sebegitu parahkah disiplin kita ?.
3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?)
Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakan sekarang kenapa ditunda
besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya sendiri tentang orang
Indonesia. Beliau mengatakan, Orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda
pekerjaan.
4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan
Beliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para petani,
pendampingnya dari Direktorat Pertanian datang dengan safari lengkap padahal
beliau sudah datang dengan "work wear" beserta sepatu boot. Pejabat tersebut
hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke lapangan, kenapa? Karena mereka
datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. Begitulah beliau menggambarkan
orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi
jarang yang mau turun langsung ke lapangan.
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dininabobokan
oleh istilah Indonesia kaya, masyarakatnya suka gotong royong, ada Pancasila,
agamanya kuat, dll. Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya bisa kita lihat
sendiri. Ternyata negara kita hancur2an, bahkan susah untuk recovery lagi, mana
sifat gotong royong yang membuat negara seperti Korea bisa bangkit kembali.
Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi,
saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena
belum apa2 sudah ramai duluan.
Kapan kita akan sadar dan introspeksi akan kekurangan2 kita dan tidak selalu
menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti
ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik minimal untuk disebut
negara beradab dan tetap terbelakang di segala bidang.
Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama
saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk
menjadi yang lebih baik.
Ahmad Darobin Lubis
Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC)
Hiroshima University
NB:
Kita perlu refleksi dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan kita
masing-masing. Meminjam istilah dari Aa Gym, lebih baik kita pakai formula 3-M
yang menurut saya cukup baik :
M-1 = Mulai dari hal yang kecil.
M-2 = Mulai dari diri kita sendiri.
M-3 =Mulai dari saat / sekarang ini.
Thursday, June 17, 2004
ada yang kirim cerita nih, iseng aku posting aja :D
---------------------------------------------------
HARGA SEBUAH CINTA
Alkisah di sebuah desa hiduplah seorang wanita dengan wajah yang buruk rupa. Sedemikian buruknya sehingga para pemuda di desa itu menjauhinya. Di desa tersebut ada sebuah kebiasaan untuk memberi mas kawin dari pria yang hendak melamar gadis.
Banyak tidaknya mas kawin yang diberikan tersebut tergantung dari kecantikan sang gadis. Jadi apabila gadis itu berwajah biasa-biasa saja, maka mas kawinnya berharga seekor kambing. Kalau lebih cantik lagi, jumlah kambingnya bertambah banyak. Dan yang terbanyak mas kawinnya sampai saat itu adalah mas kawin primadona di desa tersebut, sebanyak 10 ekor kambing.
Setiap orang berguman tentang 'harga' gadis jelek itu. Mereka berkata; "Ah, dia kan buruk rupa. Mana ada yang mau dengan dia. Jangankan seekor kambing, seekor ayampun pasti tidak ada yang mau membayarnya."
Dan yang lain berkata: "Jangankan seekor ayam, membayarnya dengan bangkai ayam matipun pasti tidak ada yang mau."
Dan mereka menertawakan nasib gadis malang yang buruk rupa itu. Gadis itu bolak-balik medengar gurauan mereka, dan hatinya menjadi sedih dan terluka. Harga dirinya rusak, dan dia sendiri hampir percaya, bahwa tidak ada seorangpun yang mau mengambil dia sebagai istri.
Sampai suatu saat, tersiar kabar bahwa gadis buruk rupa itu disunting oleh pemuda dari desa seberang. Dan penduduk desapun bertanya-tanya, pemuda malang manakah yang gila meminang gadis buruk rupa itu?
Mereka berbondong-bondong datang ke rumah orang tua gadis buruk rupa tersebut dan bermaksud menanyakan tentang kebenaran hal tersebut. Dan alangkah kagetnya mereka, ketika sampai di sana, mereka menemukan mas kawin dari pemuda itu.
Mas kawinnya berupa sapi!
Tidak pernah ada seorang wanita cantik manapun yang pernah diberi mas kawin semahal dan seberharga itu!
Bahkan gadis tercantik di desa itu hanya 'seberharga' 10 ekor kambing.Dan mereka lebih terkejut lagi ketika mendapatkan bahwa tidak hanya seekor sapi, tapi ada sepuluh ekor sapi di kandang di samping rumah gadis buruk rupa itu.
Sepuluh? Ya sepuluh ekor sapi!
Mereka tambah penasaran. Oleh sebab itu, penduduk berbondong-bondong berjalan ke desa seberang untuk melihat bagaimana nasib wanita buruk rupa itu.
Berjuta pertanyaan muncul saat itu.
"Kok pemuda itu gila ya? Matanya buta kali, nggak liat apa kalo dia jelek setengah mati?"
"Ah jangan-jangan cuma dijadikan pembantu rumah tangga, pasti diberi makanan yang sedikit lalu dijual lagi ke pedagang budak belian."
Ketika sampai di rumah pemuda tersebut, mereka melihat bahwa rumah tersebut amatlah mewah. Dindingnya diukir dengan amat indah. Dan mereka semakin yakin bahwa dugaan mereka tentang wanita malang ini akan dijadikan pembantu rumah tangga dan budak adalah benar. Ketika mereka mengetuk pintu, seorang pemuda yang amat tampan menyambut mereka. Dia memperkenalkan diri sebagai pemilik rumah. Mereka bertanya apakah mereka bisa bertemu dengan gadis tersebut. Sang pemuda kembali masuk ke rumah, setelah mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.
Seorang wanita muda yang cantik datang menyambut mereka. Rambutnya tertata rapi, tutur katanya halus, dengan ramah ia mempersilahkan mereka mengambil makanan dan minuman.
Penduduk bertanya, "Di manakah gerangan gadis yang berasal dari desa mereka?"
"Apakah baik-baik saja? Dimanakah ia sekarang?"
Wanita yang cantik tersebut menjawab, "Sayalah orangnya".
Orang-orangpun melongo, melotot, dan tak mampu berkata-kata. Mereka bertanya? Apakah benar? Apakah mereka tak salah liat ? Gadis itu kan jelek sekali, sementara wanita di depan mereka itu amat anggun, amat cantik.
Wanita tersebut berkata, "Saya merasa cantik, ketika saya mengetahui bahwa suami saya menghargai saya dengan jumlah yang amat tinggi. Saya sadar bahwa dia berusaha berkata bahwa saya cantik, bukan seperti apa kata orang, tetapi karena dia mencintai saya sebesar itu. Sebagai balasannya, saya berusaha memberikan yang terbaik yang pernah saya bisa berikan, karena saya tahu, suami saya membeli saya dengan harga yang amat mahal. Saya berdandan dengan cantik, saya mengubah model rambut saya, dan berusaha menyenangkan hati suami saya. Dan inilah saya yang sekarang."
Renungkanlah,
Ada seseorang yang menghargai kamu lebih dari sekedar 10 ekor sapi.
Ada seseorang yang menghargai kamu dengan nyawanya sendiri.
Nah sekarang, engkau tahu ada seseorang yang benar-benar mencintai engkau. Dan harganya adalah nyawanya sendiri. Gadis itu telah menghargai dirinya sendiri dengan baik. Dia tahu bahwa suaminya membelinya dengan harga yang amat mahal.
Dan pertanyaannya sekarang, apakah balasanmu untuk-Nya yang telah membelimu dari dosa dengan menebusnya di atas kayu salib?
My tought:
Engkau berharga, untuk itulah Dia rela mati di atas kayu salib demi menebus dosa-dosa-mu. Biarpun seluruh dunia berkata bahwa engkau tidak berharga, tapi engkau tetap berharga dimata-Nya.
Suatu hari Me pernah bertanya secara pribadi kepada Daddy. 'Dad, sebesar apakah Engkau mengasihi aku?'
Dia menjawab dengan merentangkan tangan-Nya di atas kayu salib dan mati bagiku.
Harga sebuah cinta dari-Nya adalah nyawa-Nya, Dia mati buat saya dan kamu.
For God had such love for the world that He gave His only Son, so that whoever has faith in Him may not come to destruction but have eternal life (John 3:16)
Hari ini ada temen dateng dari singapore ke kantor heuehu udah lama ngak ketemu dia, lucu jadi lebih chubby dan lebih energik hihihihhhi :D acara gatheringan batal di undur ke hari sabtu entah deh, musti ada yang drive nih kalo engga bisa mandek deh heuehuehue :D
Saturday, June 12, 2004
huaaaaam, sedikit boring hari ini tapi biasa aaj ngak ada yang aneh paling calon istri temenku mulai senin mulai kerja di lantai 6, trus ternyata temenku hebat juga bisa punya feeling yang peka hahahaha hmm ntar malam pad angajakin nonton harpot cuman pada males ngantri apa lagi hari pertama pasti rame bener yah gua sih ikut ikut aja hehehehe kalo jadi hayuu kalo engga juga gpp yang penting gua sekarang lagi nungguin yang mo traktir gua mie hahahahahaha :D
